Seminar Nasional BIOREACT 2025: Kolaborasi dan Sinergi dalam Menjawab Ancaman Perubahan Iklim

Manado, 24 Oktober 2025 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado sukses menyelenggarakan Seminar Nasional “Biology Responding to Climate Threats 2025” (BIOREACT 2025). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid—memadukan kehadiran langsung dan partisipasi daring—sehingga dapat menjangkau peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Seminar nasinal ini merupakan hasil kerja sama antara FMIPA Unsrat dengan Jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia (APIK Indonesia Network) Region Sulawesi, dan mengusung tema besar “Sains, Teknologi, dan Masyarakat dalam Menghadapi Perubahan Iklim.”
Forum Akademis untuk Aksi Nyata
BIOREACT 2025 menghadirkan sejumlah pakar nasional sebagai pembicara utama, di antaranya Dr. Ir. Yunita Ismail, M.Si. (Ketua Umum APIKI), Dr.sc.agr. Ir. Henry Barus, M.Sc. (Koordinator APIKI Region), Dr. Saroyo, M.Si. (Koordinator APIKI Provinsi Sulawesi Utara), serta Dr.rer.nat. Henderite L. Ohee, M.Si. (Program Studi Biologi, Universitas Cenderawasih).

Para pembicara membahas berbagai isu strategis terkait dampak perubahan iklim terhadap keanekaragaman hayati, ketahanan ekosistem, serta peran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mitigasi serta adaptasi perubahan iklim. Diskusi berlangsung interaktif, dengan antusiasme tinggi dari peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti, mahasiswa, hingga praktisi di bidang lingkungan dan kehutanan.
Menumbuhkan Kolaborasi dan Inovasi
Ketua panitia pelaksana BIOREACT 2025 menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga wadah untuk memperkuat jaringan riset antar universitas dan lembaga. “Tantangan perubahan iklim tidak dapat dihadapi hanya melalui satu disiplin ilmu saja. Diperlukan sinergi antara sains biologi yang memahami sistem kehidupan, teknologi yang menghadirkan inovasi adaptif, serta peran masyarakat sebagai agen perubahan yang menjaga keberlanjutan lingkungan. Melalui forum ini, diharapkan terbangun kolaborasi lintas sektor dan lintas disiplin untuk melahirkan solusi nyata terhadap berbagai dampak perubahan iklim” ujarnya.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat melahirkan rekomendasi kebijakan dan inovasi ilmiah yang bisa diterapkan dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengambilan kebijakan publik. Fokus utama diarahkan pada strategi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman iklim global.
Manado sebagai Pusat Gagasan Hijau
Sebagai tuan rumah, Universitas Sam Ratulangi kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong riset-riset strategis yang berdampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan. Melalui BIOREACT 2025, Universitas Sam Ratulangi bukan hanya menjadi pusat diskusi ilmiah, tetapi juga simbol kolaborasi antara sains, teknologi, dan masyarakat dalam menjaga bumi bagi generasi mendatang.


Seminar ini menutup rangkaian kegiatannya dengan seruan untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor. “Perubahan iklim adalah tantangan global, dan solusi terbaiknya adalah kerja sama. Sains memberikan landasan, teknologi menjadi jembatan, dan masyarakat adalah penggeraknya,” demikian pesan yang digaungkan dari forum BIOREACT 2025.